Kerangka Penyusunan Artikel


Topik : Tingkat kecerdasan logis-matematis terhadap pemahaman akuntansi

No
Sumber
Pernyataan
1
Edy Suprianto; Septian Harryoga, 2015, Faktor-Faktor Penentu Tingkat Pemahaman Akuntansi, Jurnal Ekonomi dan Bisnis, ISSN 1979 – 6471, Volume XVIII No. 3
American Accounting Association mendefinisikan akuntansi sebagai “suatu proses pengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penelitian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut” (Lutfi 2007).

The Institute of Chartered Accountant in Australia (ICAA) dan Accounting Education Change Comission (AECC) yang dibentuk di Amerika Serikat menyatakan bahwa pendidikan akuntansi setidaknya harus dapat mempersiapkan peserta didik untuk mulai dan mengembangkan keanekaragaman karier professional dalam bidang akuntansi. Untuk itu diperlukan tidak semata-mata pengetahuan bisnis dan akuntansi, tetapi juga penguasaan keterampilan intelektual, interpersonal dan komunikasi serta orientasi professional (Trisniwati dan Suryaningsum 2003).
2
Leonard, Nanda Novi Linda, 2018, Pengaruh Kecerdasan Logis-Matematis Dan Kecerdasan Musikal Terhadap Higher Order Thinking Skills (Hots), KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika , P-ISSN 2527-5615, E-ISSN 2527-5607, Volume 3, No. 2
Pelajaran matematika adalah mata
pelajaran wajib yang diberikan pada setiap jenjang pendidikan sebagaimana yang dinyatakan
dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 37 ayat 1.

Jagals & Van Der Walt (2016) mengungkapkan bahwa dalam matematika, kemampuan pemecahan masalah berbicara tentang sesuatu yang tidak terlihat, masalahmasalah di luar kebiasan yang membutuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan kemampuan metakognitif.

Howard Gardner adalah orang yang mengungkapkan mengenai teori kecerdasan majemuk atau Multiple Intelligences. Kecerdasan-kecerdasan tersebut diantaranya the linguistic and logical-mathematical intelligences; musikal intelligence; spatial intelligence; bodily-kinesthetic intelligence; and two forms of personal intelligence, one directed toward other persons, one directed towards oneself (Gardner, 2011).

Kecerdasan logis-matematis menekankan kepada pemecahan soal-soal dengan menggunakan logika yang menuntut anak untuk menalar dan menganalisis terlebih dahulu persoalan yang ada.

3
Mayang Wulansari, Luqman Hakim, 2015, Pengaruh Kecerdasan Logis-Matematis, Hasil Belajar Pengantar
Akuntansi, Dan Minat Belajar Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi, Jurnal Pendidikan Akuntansi (JPAK), Vol 3, No 2 
Sudjana (2014) menyatakan bahwa pemahaman merupakan kemampuan menangkap makna atau mampu memahami arti dari suatu konsep, dimana diperlukan adanya hubungan antara konsep dengan makna yang terkandung dalam konsep tersebut.

Howard Gardner dalam Armstrong (2013)
menyatakan bahwa kecerdasan logis-matematis ditandai dengan kepekaan pada pola-pola logis dan memiliki kemampuan mencerna pola-pola tersebut, termasuk juga numerik serta mampu mengolah alur pemikiran yang panjang. Seseorang yang memiliki kecerdasan ini cenderung menyukai dan efektif dalam hal menghitung, menganalisis hitungan, menemukan fungsi-fungsi dan hubungan, memperkirakan, memprediksi, bereksperimen, mencari jalan keluar yang logis, menemukan adanya pola, induksi dan deduksi, membuat garis besar, membuat langkah-langkah, serta menggunakan algoritme.

Menurut Suyadi (2010) kecerdasan matematis –logis adalah kemampuan untuk menangani bilangan dan perhitungan, pola berpikir logis dan ilmiah.

Melandy dan Aziza dalam Zakiah (2013),
pemahaman akuntansi merupakan suatu kemampuan seseorang untuk mengenal dan mengerti tentang akuntansi.



Komentar