Pengaruh Tingkat Kecerdasan
Logis-Matematis Terhadap Pemahaman Akuntansi
Dunia terus mengalami
perkembangan dalam segala hal, teknologi yang sangat pesat dalam
perkembangannya terus mendorong kegiatan manusia untuk dapat mengikuti
perkembangan zaman. Selain dalam kegiatan ekonomi, perkembangan ini ikut
mewabah dalam aspek pendidikan. Sehingga lembaga lembaga pendidikan harus dapat
menyiapkan insan yang dapat berbaur dengan perkembangan di dunia kerja
perusahaan. Salah satu yang berperan penting dalam kegiatan ekonomi perusahaan
adalah akuntan, dimana para akuntan membantu perusahaan untuk terus berjalan. Sehingga,
para lulusan jurusan akuntansi memiliki prospek kerja yang baik dan menjadikan
jurusan akuntansi di setiap perguruan tinggi banyak diminati.
Menjadi jurusan yang
memiliki banyak peminatnya, tidak menjadikan akuntansi mudah dilewati dalam
mempelajarinya. Hal ini dikarenakan setiap perguruan tinggi baik negeri ataupun
swasta harus memastikan kualitas mahasiswanya dalam pemahaman akuntansi adalah
sangat baik. Karena dalam dunia kerja akuntansi tidak hanya sekedar menghitung
saja melainkan ikut serta dalam segala kegiatan ekonomi perusahaan.
Karena menurut American Accounting
Association – AAA akuntansi adalah proses untuk mengidentifikasi, mengukur dan
mengkomunikasikan informasi ekonomi untuk mendapatkan keputusan-keputusan yang
tepat dari pengguna informasi. Dalam masa pembelajaran di
perguruan tinggi maka diperlukan penggalian dan pemahaman pengatahuan
akuntansi. Pemahaman akuntansi merupakan
suatu kemampuan seseorang untuk mengenal dan mengerti tentang akuntansi Melandy dan Aziza dalam Zakiah
(2013). Maka dari itu tidak hanya dibutuhkan pengetahuan bisnis dan akuntansi, tetapi juga
penguasaan keterampilan intelektual, interpersonal dan
komunikasi serta orientasi professional (Trisniwati dan Suryaningsum
2003). Mempelajari akuntansi tidak hanya sebatas tentang kemampuan menghitung
tetapi diperlukan juga kecerdasan yang lainnya.
Howard Gardner
menyatakan ada tujuh jenis kecerdasan
yaitu : the linguistic and logical-mathematical intelligences;
musikal intelligence; spatial
intelligence; bodily-kinesthetic intelligence; and two forms of personal intelligence, one directed toward other persons, one
directed towards oneself (Gardner, 2011). Menilik salah
satu kecerdasan yaitu Logical-mathematical intelligences
(kecerdasan logika-matematis) adalah kemampuan untuk menghitung, mengukur, mempertimbangkan
rumus, hipotesis dan menyelesaikan operasi matematik yang komplek. Sejurus
dengan kebutuhan seorang akuntan, karena kecerdasan logis-matematis menekankan
kepada pemecahan masalah dengan logika untuk menalar serta menganalisis
terlebih dahulu persoalan yang terjadi seperti hal yang akan dihadapi para
akuntan.
Adapun dalam
penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan Edy Suprianto dan Septian Harryoga
(2015) hasil penelitiannya menunjukkan ketika mahasiswa memiliki kecerdasan emosional
yang tinggi maka semakin tinggi pula pemahaman yang ia miliki terhadap
akuntansi. Dalam penelitian yang dilakukan Mayang dan Luqman (2015) menyatakan
bahwa semakin tinggi kecerdasan logis-matematis maka semakin
tinggi tingkat pemahaman akuntansi. Merujuk
hasil penelitian Luqman dan Dwi (2015) menghasilkan pernyataan bahwa siswa
yang memiliki kecerdasan logis matematis yang baik maka akan memiliki tingkat
pemahaman akuntansi yang baik pula.
Setiap orang memiliki
kecerdasan yang berbeda, dengan penelitian ini dapat menilik apakah mahasiswa
akuntansi (S1) pasti memiliki kecerdasan logis-matematis yang baik. Dan penelitian
ini akan difokuskan pada mahasiswa akuntansi (S1) guna mengidentifikasi apakah
variabel kecerdasan logis matematis berpengaruh terhadap tingkat pemahaman
akuntansi mereka.
Komentar
Posting Komentar