Mental Millenial untuk Industri 4.0


Perkembangan zaman dalam hal teknologi desawa ini sangat cepat, tekonologi yang betebaran di masyarakat membuat hidup masyarakat lebih mudah dengan adanya teknologi canggih tersebut. Perkembangan kehidupan yang di permudah dengan teknologi ini menunjukan tanda tanda di mulainya era industri 4.0 yang sudah mulai berbaur dimasyarakat. Namun, masyarakat masih belum menyadari era industri ini. Perubahan demi perubahan masyarakat mulai mengikuti, terlebih anak-anak muda zaman sekarang atau yang sering di sebut generasi millenial mereka bakhan lebih dekat dengan teknologi teknologi ini.
Era Industri 4.0 akan terus menghadirkan banyak perubahan yang tak bisa dibendung. Berbagai teknologi yang menjadi tanda dimulainya revolusi industri 4.0, sudah mulai diterapkan di berbagai lini. Salah satunya artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang semakin berkembang saat ini. Bukan hanya untuk industri, AI juga dikembangkan untuk mempermudah kehidupan manusia di aspek lainnya.Selain AI, terdapat empat teknologi lain yang menjadi penopang industri 4.0, yakni internet of things, human-machine interface, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi percetakan tiga dimensi (3D).
Kelima teknologi tersebut menjadi tanda bahwa di era ini industri akan memasuki dunia virtual serta penggunaan mesin-mesin automasi yang terintegrasi dengan jaringan internet. Efek dari penerapan kelima teknologi ini adalah meningkatnya efisiensi produksi dan terjadi peningkatan produktivitas serta daya saing. Selain membawa keuntungan dalam sektor industri tetapi membawa juga tantangan dalam hal tenaga kerja.
Hal ini membuat generasi millenial yang terus bercengkraman dengan perubahan - perubahan dunia harus siap dalam menghadapinya karena sektor industri Indonesia berada di tangan mereka. Potensi yang dimiliki generasi millenial ini besar dalam menghadapi era indutri 4.0 karena mereka berinteraksi dan melek berkat smartphone. Dengan adanya tantangan ini generasi millenial dituntut untuk mampu berdaya saing tinggi, karena di tahun 2020 generasi millennial dengan rentang usia 20-40 tahun produktif menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.
Setiap warga negara Indonesia memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain kewajiban, keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara merupakan hak yang dimiliki setiap warga negara Indonesia. Pada masa sekarang bela negara bukan hanya tentang menghadapi ancaman militer tetapi menghadapi ancaman non militer juga. Upaya bela negara yang dapat di lakukan generasi millenial untuk keadaan saat ini adalah dengan cara belajar yang baik.
Tidak hanya dalam penguasaan teknologi, dan teori generasi millenial harus dapat memiliki keterampilan dalam berbahasa asing. Hal ini memudahkan untuk beri teraksi secara global mengingat industri 4.0 ini tidak hanya di Indonesia tetapi di seluruh negeri. Disamping menerima informasi dan data harus pula dapat mengolah apa yang di dapat dengan baik agar tidak terpengaruh dengan budaya luar yang dapat merusak karakteristik bangsa.
 Karena selain pengetahuan dan keterampilan yang harus di miliki dalam menghadapi masa depan, karakter yang baikpun harus dimiliki karakter yang mencintai budaya dan bangsanya sendiri. Selain dengan belajar dengan baik, para generasi mudapun dapat melakukan bela negara dengan berkarya. Dengan berkarya mereka bebas berinteraksi dan berekspresi yang sesuai dengan ciri khas Indonesia. Upaya inilah untuk terus membuat Indonesia terus maju, dan terjaga kedaulatannya  serta upaya untuk menghindari menjadi kuli di negara lain.
Meski hidup berdampingan dengan teknologi yang canggih dan berbaur dengan segala aspek budaya dari luar, kecintaan terhadap buadaya sendiri itu penting dan mengingat terhadap jasa para pahlawan menjadi penambah semangat para generasi muda untuk berjuang dalam memajukan Indonesia. Mental generasi millenial yang di kenal manja dan egois haruslah di ubah untuk menjadi mental baja yang siap bersaing dengan dunia luar, mampu mengarungi perubahan demi kebersamaan, pemikiran yang harus lebih terbuka di gunakan untuk memanfaatkan peluang yang ada.

Trisa Inna F (17021005)

Komentar

  1. Good. Go Go Go Generasi Milenial Indonesia! Berkarya, berkarya, berkarya.

    BalasHapus

Posting Komentar