Assalamu’alaikum wr wb
Hallo semua, aku mau berbagi cerita nih tentang masuk SMK alias Sekolah Menengah Kejuruan yang biasanya terkenal dengan lulusan SMK itu langsung kerja atau gampang dapat kerja ya. Tapi gak semua orang pengen masuk SMK malah lebih banyak orang yang lebih milih masuk SMA, kaya aku ini awalnya aku tuh gak pengen banget masuk SMK karena pikiran aku tuh pengen lanjut kuliah dan pasti masuk SMA itu lebih menyenangkan daripada masuk SMK tapi setiap orangkan punya pikiran dan sudut pandang yang berbeda beda. Mungkin karena sudah takdir kali ya aku akhirnya masuk SMK deh dengan mengambil jurusan Akuntansi, itupun karena terpaksa daripada aku gak lanjut sekolah mending terima aja yang ada.
Taukan ya anak SMP itu masih labil, kadang suka ikut-ikut temennya apalagi kaya aku yang labilnya itu kebangetan dan gak punya pendirian. Jadi, karena waktu SMP itu aku gak punya cita-cita yang pasti dan gak mikir untuk lanjut kemana setelah lulus malah masih mikir pengen barengan terus sama teman-teman yang udah deket takut di sekolah yang beda itu gak punya teman dari satu sekolah ataupun teman baru. Padahal dengan seiring berjalannya waktu kita pasti punya teman dekat hanya perlu waktu dan berusaha beradaptasi dengan lingkungan sekolah baru.
Awalnya aku putuskan untuk masuk SMA karena kebanyakan teman dekat itu pada milih ke SMA, di tambah karena pas kelas 9 sekolah itu ada praktik untuk buat kabaret dan kebetulan pelatihnya itu anak-anak SMA yang buat aku benar-benar jadi lebih tertarik ke SMA daripada SMK. Bahkan karena kabaret itu hamper semua teman sekelas aku itu masuk SMA yang ada ekstrakulikuler kabaretnya. Karena aku tak punya tujuan pasti jadi aku ngikuti temen aja, bahkan aku sampai bilang mau masuk SMA ke orang tua, tapi orang tua gak setuju karena orangtua lebih setuju aku masuk SMK.
Awalnya aku putuskan untuk masuk SMA karena kebanyakan teman dekat itu pada milih ke SMA, di tambah karena pas kelas 9 sekolah itu ada praktik untuk buat kabaret dan kebetulan pelatihnya itu anak-anak SMA yang buat aku benar-benar jadi lebih tertarik ke SMA daripada SMK. Bahkan karena kabaret itu hamper semua teman sekelas aku itu masuk SMA yang ada ekstrakulikuler kabaretnya. Karena aku tak punya tujuan pasti jadi aku ngikuti temen aja, bahkan aku sampai bilang mau masuk SMA ke orang tua, tapi orang tua gak setuju karena orangtua lebih setuju aku masuk SMK.
Alasannya itu SMA yang dituju itu jauh, butuh biaya yang benar-benar besar dan SMK itu lebih dekat malah bisa langsung kerja. Aku yang mempertimbangkan itupun akhirnya setuju dengan orangtua untuk masuk SMK pilihan mereka karena aku masih pengen lanjut sekolah jadinya, saat aku pertama masuk itu gak semangat dan terkesan malas malasan gitu bahkan saat pendaftaran aja orangtua yang sibuk menyiapkan semua kelengkapan pendaftaran. Tapi setelah diterima dan mengikuti kegiatan ospek di sekolah itu aku baru sadar sekolah dimanapun itu sama saja, karena bukan sekolah yang menentukan bagusnya kualitas kita melainkan bagaimana cara kita membuat agar diri kita lebih berkualitas dan menjadi orang yang ternilai.
Mengenai cerita masuk SMK, karena aku niatnya masuk SMA jadi gak tau banyak soal SMK malah aku lebih banyak cari info tentang SMA jadilah hatiku tergerak untuk cari tau tentang SMK. Aku banyak dapat informasi tentang SMK tapi rata-rata yang dapat aku simpulkan bahwa di SMK itu banyak Praktik dan kebanyakan lulusannya itu kerja dan peluang kerjanya itu lebih besar di banding SMA, karena SMK punya pengalaman bekerja dengan program PKL.
Mengenai cerita masuk SMK, karena aku niatnya masuk SMA jadi gak tau banyak soal SMK malah aku lebih banyak cari info tentang SMA jadilah hatiku tergerak untuk cari tau tentang SMK. Aku banyak dapat informasi tentang SMK tapi rata-rata yang dapat aku simpulkan bahwa di SMK itu banyak Praktik dan kebanyakan lulusannya itu kerja dan peluang kerjanya itu lebih besar di banding SMA, karena SMK punya pengalaman bekerja dengan program PKL.
Tapi sebenarnya SMA atau SMK itu
sama saja karena niat sekolahkan untuk menimba ilmu agar masa depan kita
sebagai pelajar itu lebih cerah dan terjamin, menurut aku sendiri SMK itu lebih
banyak menjuruskan para pelajarnya terhadap satu titik tapi meski begitu bukan
berarti anak SMK tidak mempelajari pelajaran yang lain. saat masuk SMK kebanyakan calon siswa itu bingung pilih
jurusan yang bakalan cocok dan yang gak akan bikin buat menyesal diakhir.
Seperti aku karena masuk SMK itu
sedikit terpaksa jadinya saat pilih jurusan itu bingung jadinya aku pilih
jurusan sesuai pikiran aku. Awalnya aku pilih jurusan RPL karena yang aku tau
RPL itu bermain angka dan kerennya itu mainannya computer, tapi stelah aku
cerita ke paman aku yang dulunya dia itu anak SMK menjelaskan kalau RPL itu tak
semudha perkiraan aku malah lebih sulit dari akuntansi katanya. Karena aku yang
labil akhirnya aku lebih pilih akuntansi dengan alasan aku suka matematika,
padahal akuntansi dan matematika itu jauh beda mungkin persamaannya itu di
hitung-hitungannya karena sudah terlanjur masuk jurusan akuntansi, padahal aku
sama sekali gak tau apa itu akuntansi.
Yang aku tau akuntansi itu
menghitung uang aja, karena gak mau kudet banget soal akuntansi akhirnya aku
baca-baca soal akuntansi terus mempelajari dasar akuntansi yaitu PDA (Persamaan
Dasar Akuntansi) tapi hasilnya nihil aku bukannya paham tapi malah mumet,
pusing dan gak paham sama sekali gimana alur dan cara mengerjakan PDA itu sampai akhirnya aku nyerah.
Padahal wajar kalau gak paham
karena kita belum mengenalnya secara dalam, dan pasti saat masuk sekolah itu
bakal diajarin dari awal banget. Nah, setelah aku masuk tahun pelajaran pertama
aku baru paham gimana cara mengerjakan PDA itu. Jadi intinya dimanapun kita
sekolah mau SMA, SMK yang negeri ataupun swasta semuanya sama saja karena tujuan sekolah adalah untuk menimba
ilmu dan menata masa depan agar menjadi lebih baik. Jangan pernah takut terhadap apa yang akan
kita jalani dan belum kita lewati, tetapi kita harus menjadi orang kuat
terhadap apa yang akan kita jalani.
Terima Kasih telah membaca :)
Wassalamu'alaikum wr wr
Komentar
Posting Komentar