Kemah Sekolah Part-1



short story/h1-1/trisina-1

semua yang ada dicerita adalah khayalan belaka diriku yang absurd, jika ada kesamaan dengan yang lain itu hanya kebetulan.

Namaku Rina Marana, aku seorang siswi kelas 2 SMA. Aku bersekolah di sekolah yang cukup terkenal di kotaku. Aku termasuk siswa yang aktif berorganisasi dan selalu mengikuti setiap kegiatan yang ada. Aku mengikuti 4 organisasi di sekolah, yang membuatku menjadi murid yang sibuk namun aku tetap menjalankan kewajibanku sebagai seorang pelajar yaitu belajar. Karena belajar adalah tujuan nomor 1 kita bersekolah.
Sekarang adalah tahun pelajaran baru, banyak siswa baru yang masuk kesekolah. Aku yang  bagian dari osis disekolah, ikut serta dalam kepanitian kegiatan mos membuatku sibuk di sekolah dan sering pulang sangat sore. Suatu hari aku dan teman-temanku mengikuti rapat osis di ruang osis hingga pukul 5 sore. Karena aku terkadang meninggalkan tasku di kelas saat akan rapat karena terburu buru, membuatku harus kembali kekelas seorang diri.
Sejujurnya aku sangat takut karena letak kelas ku yang di belakang, jauh dari pintu gerbang dan terkadang sedikit remang remang cahaya lampu koridor kelasku. Saat memasuki area kelas 2 aku berjalan dengan sedikit tergesa gesa, ada rasa takut saat aku melewati kelas kelas. Karena setiap kelas lampunya padam membuatku semakin takut dan membuat pikiranku melayang layang memikirkan hal menakutkan, aku sedikit berlari tapi entah kenapa kelas terasa begitu jauh. Setelah sampai di depan kelas, aku berhenti sejenak dan membuka pintu dengan perlahan dan perasaan takut.
aku membuka pintu dengan perlahan lahan, sedikit demi sedikit pintu terbuka dan menampakan keadaan kelas yang gelap. Aku masuk, dan mencoba mencari tombol lampu dengan meraba dinding, beruntung  tombol lampunya dekat dengan pintu. Aku terus meraba dinding mencari tombol lampu, tapi tiba tiba aku seperti memegang sebuah lengan dan terdengar suara yang sangat berat dan cukup pelan..
“heeeh” aku terkejut, dan membuka mata ku…

Bersambung…
nantikan episode selanjutnya...

Komentar