short
story/h1-2/trisina-1
Aku
terus meraba dinding mencari tombol lampu, tapi tiba tiba aku seperti memegang
sebuah lengan dan terdengar suara yang sangat berat dan cukup pelan..
“heeeh”
aku terkejut, dan membuka mata ku…
“AAAAAaaaaaaaaaa”
Aku
langsung memukuli apapun yang ada di depanku, tapi segera ku hentikan pukulan
ku ketika yang ku pukuli memohon ampun.
“woy
berhenti, ampun ampun “ aku menyalakan lampu kelas.
“ishh,
dean ngapain kamu di kelas gelap gelapan gini sih ?” ucapku sambil mengatur
napas.
“ya
suka suka gue dong.. cepet ambil tas, kita balik” ujar dean sambil keluar
kelas.”
“bentar..
tunggu ihh”
Setelah
mengambil tas aku langsung mengejar dean yang sudah cukup jauh. Aku berusaha
untuk berjalan sejajar dengannya. Karena cuaca hari ini yang mendung membuat
sore ini semakin gelap. Aku dan dean
berjalan menuju parkiran tanpa ada pembicaraan apapun.
“
bentar gue ambil jaket dulu” ucap dean berlari menuju loker depan perpustakaan
yang tak jauh dari sini dan meninggalkan aku sendirian dengan motornya.
Aku
mencoba untuk tidak memikirkan hal-hal yang membuatku takut, angin menghembukan
udara dingin membuatku sedikit merinding. Aku terus mencoba berpikir positif,
tapi tiba-tiba ada suara langkah mendekat. Aku terlalu takut untuk melihatnya,
jadi aku jongkok bersembunyi di balik motor dean. Suara langkah itu semakin
terdengar jelas, aku menutup telinga dan mataku. Suara langkah itu berhenti
tepat disampingku.
Bersambung…
nantikan episode selanjutnya...
Komentar
Posting Komentar